LIPUTAN TOKUBETSU – BINCANG BINCANG DENGAN AHMAD FUADI

a-fuadi-1

“Karena kekuatan menulis lebih tajam dari selongsong peluru.”

a-fuadi-1

Sahabat bangsa, beberapa waktu yang lalu, Ahmad Fuadi, penulis novel BEST SELLER trilogy “5 Menara” serta peraih lebih dari belasan beasiswa internasional berkesempatan untuk hadir di kampus GRIPS dan memberikan sharing tentang perjalanan beliau dalam menulis karya-karyanya.
Perjalanan menulis beliau dimulai sejak semakin matangnya pemahaman beliau bahwa manusia yang paling baik adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya. Pemahaman tersebut menuntun beliau untuk melakukan berbagai kontemplasi kehidupan sehingga beliau dapat menjalankan pemahaman tersebut serta dapat merealisasikannya dalam karya nyata. “Apa yang bisa saya lakukan untuk bisa memberikan banyak manfaat bagi sesama?” Begitulah kira-kira pertanyaan yang selalu mengusik pemikiran beliau sampai beliau menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. “Saya punya apa untuk diberikan kepada sesama?” Sungguh bukan pertanyaan yang mudah dan ketika pada suatu saat beliau menemukan jawabannya, Sahabat Fuadi benar benar merealisasikannya dalam wujud konkrit. Ya, jawaban dari pertanyaan itu adalah dengan menulis! Ahmad Fuadi mempunyai pengalaman menulis yang cukup panjang yang dimulai dari terjunnya beliau ke dunia jurnalistik. Berbekal pengalaman tersebut, Ahmad Fuadi ingin menginspirasi dan membakar semangat para generasi muda penerus bangsa untuk mengejar cita-cita setinggi-tingginya dan sejauh-jauhnya. Dimulailah petualangan beliau dalam menulis. Menurut sahabat Fuadi sendiri, beliau bukan penulis berbekal talenta tetapi beliau bersedia untuk bekerja keras dalam belajar menulis. Dengan dukungan penuh dari istri tercinta, mbak Yayi, yang membelikan buku menulis novel untuk beliau, sahabat Fuadi mulai belajar menulis dan terus menulis sampai novel pertamanya terbit di pasaran. Respon masyarakat Indonesia sangat bagus sekali dan buku tersebut segera menjadi novel best seller nasional. Tingginya antusiasme pasar dalam merespon tulisan sahabat Fuadi mungkin disebabkan oleh dua hal, yang pertama adalah setting lokasi yang cukup unik yaitu di pesantren. Ahmad Fuadi menuliskan dengan sangat indah bagaimana kehidupan pesantren dapat membentuk kepribadiannya sehingga beliau menjadi pribadi yang sukses seperti sekarang. Yang kedua adalah Ahmad Fuadi memberikan semangat dan inspirasi bagi seluruh warga Indonesia bahwa apabila kita mau bersungguh-sungguh, pasti kita akan berhasil. Man Jadda Wa Jadda!

a-fuadi-2

Selanjutnya, Ahmad Fuadi berbagi tips dan trik sehingga para penulis pemula dapat menjadi penulis yang produktif dalam menerbitkan karya. Bahkan, sahabat Fuadi menyarankan bahwa setiap orang Indonesia harus bisa menerbitkan minimal 1 (satu) buah buku dalam seumur hidupnya. Beberapa tips menulis yang disampaikan sahabat Fuadi adalah sebagai berikut:
1. Menulislah tentang sesuatu yang anda sukai, yaitu sesuatu yg menggetarkan jiwa anda.
2. Menulislah dengan dibekali riset yang cukup. Riset akan membantu anda dalam membuat kerangka dan mengembangkan cerita serta membahasakan perasaan ke dalam tulisan anda.
3. Perbanyaklah membaca buku. Menurut Sahabat Fuadi beliau bukanlah ‘a talented writer’ but ‘a learned writer’. Jadi, beliau harus belajar keras untuk bisa menulis dengan baik. Bagaimana caranya beliau belajar? Dengan banyak membaca buku. “Semua orang bisa menulis, tidak harus berbakat, tinggal mau atau tidak,” begitu pesan beliau untuk para sahabat bangsa.
Dari 2 (dua) jam diskusi dan bincang-bincang dengan Ahmad Fuadi, kita bisa mengambil beberapa kesimpulan. Yang pertama, jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Mimpi akan menuntun anda untuk menjalani petualangan hidup yang menggetarkan jiwa dan pencapaian yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya. Ada salah satu pepatah Inggris yang mengatakan: “Bermimpilah menggapai matahari, jika anda gagal anda akan mendapat rembulan.” Maksudnya disini adalah tidak ada ruginya untuk bermimpi, kalaupun gagal, anda masih akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dibandingkan apabila anda tidak bermimpi sama sekali. Pelajaran yang kedua yang bisa diambil adalah: Menulislah mulai dari sekarang. Hanya satu lembar saja per harinya, tidak banyak banyak. Sahabat Ahmad Fuadi menantang anda semua untuk bertemu beliau pada tanggal 27 Oktober 2017 dengan membawa 365 lembar halaman yang akan menjadi buku pertama anda. Anda berani menerima tantangan ini? Jika anda berani, mari berlomba menulis dengan para sahabat bangsa semua. Yang ketiga, menulislah untuk kebermanfaatan. Menulislah dengan niat tulisan anda akan membawa kebaikan ke semua orang. Karena sebaik baik manusia adalah manusia yang dapat memberikan banyak manfaat bagi sesamanya.
Baik sahabat bangsa semua, sekian sekilas kisah yang tertinggal dari acara diskusi dan bincang-bincang dengan sahabat Ahmad Fuadi. Semoga kisah dan perjalanan hidup beliau dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama.

By : Ayuningtyas Prawesti Puspita

a-fuadi-3

One thought on “LIPUTAN TOKUBETSU – BINCANG BINCANG DENGAN AHMAD FUADI

  • ricompensas.com

    Bincang Bincang dengan mas Brodien Pencipta Lagu SNP Ki Danung Ketua Panitia Temu Akrab 2 .

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *