Festival Indonesia Nagoya ke-15 “Jalan-Jalan Ke Indonesia”

Festival Indonesia Nagoya

Nagoya International Center menjadi saksi bisu terselenggaranya The 15th Indonesian Festival pada Minggu, 26 November 2017 lalu. Dengan tajuk “Jalan-jalan ke Indonesia”, acara yang berlangsung berkat kerjasama antara PPI Nagoya dan PKIN-Melati ini sukses menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai kalangan. Tidak hanya dihadiri oleh orang-orang Indonesia, sejumlah warga negara asing terlihat turut menghadiri dan memeriahkan acara tersebut. Pengunjung yang berasal baik dari warga Indonesia, Jepang, dan beberapa warga negara lain, terlihat begitu antusias menikmati beragam penampilan kesenian bernuansa budaya yang dikemas apik oleh panitia.
Acara diawali dengan penampilan Tarian Selamat Datang dan Tari Topeng Bali.

Sambutan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Alinda Zain

Dr. Alinda Zain selaku perwakilan dari KBRI Tokyo kemudian menyampaikan sepatah dua patah kata pembuka rangkaian acara. Dalam sambutan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya pada para panitia yang telah bahu membahu sehingga acara dapat terlaksana dengan baik. Beliau juga menyampaikan, acara-acara serupa sangatlah penting untuk digelar secara rutin.

Pasalnya, selain dapat menjalin silaturahmi antar masyarakat Indonesia yang bermukim di Jepang, acara ini dapat menjadi sarana yang baik untuk mempromosikan nama Indonesia. Perlu digarisbawahi bahwa jumlah turis Jepang yang mengunjungi Indonesia masih kalah banyak dibandingkan Vietnam dan Thailand. Padahal, destinasi wisata di Indonesia tidak kalah menarik bila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lain.

Menurunnya Minat Masyarakat Jepang Terhadap Budaya Asing

Senada dengan Ibu Alinda, Ibu Nagashima selaku Ketua dari PKIN-Melati juga menyayangkan betapa menurunnya minat masyarakat Jepang, terutama golongan anak muda, terhadap kebudayaan bangsa lain, terutama Indonesia. Pasalnya, semenjak petama kali didirikannya PKIN-Melati hampir 30 tahun yang lalu, jumlah warga Jepang yang bergabung semakin menurun.

Beliau mengibaratkan dengan ketika pertama kali dibentuk, terdiri dari 400 warga Jepang dan 100 warga Indonesia. Sedangkan saat ini hanya sekitar 50 orang warga Jepang saja yang masih bertahan. Untuk itulah, beliau berharap agar Festival Indonesia ini akan dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya.

Setelah dibuka secara simbolis, acara kemudian dilanjutkan dengan sejumlah penampilan seni lain yang juga kental dengan kebudayaan Indonesia, diantaranya Tari Kipas, tari dari Papua, Angklung, Gamelan, Pencak Silat hingga dangdutan, yang secara keseluruhan tidak hanya ditampilkan oleh warga Indonesia, namun juga warga Jepang.

Penampilan Khusus Timutiwa Choir

Hal yang menarik dari Festival Indonesia kali ini bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah penampilan istimewa dari Timutiwa Choir. Sebagai tamu kehormatan, Timutiwa beranggotakan ibu dan bapak yang berusia di atas 50 tahun tersebut membawakan sejumlah lagu nasional yang akrab di telinga masyarakat Indonesia seperti misalnya lagu Tanah Air, Bengawan Solo, Burung Kakatua, dan Delman. Penampilan Timutiwa yang lincah berhasil menyedot perhatian penonton untuk ikut bersenandung dan menari bersama.

Selain atraksi seni, dalam festival tersebut para pengunjung juga dapat menjajal beragam kuliner dan pernak-pernik unik khas nusantara. Sajian khas seperti bakso, batagor, sate, rendang, soto padang, nasi kuning, dan tahu petis terbukti mampu membuat pengunjung rela berdesak-desakan. Beberapa makanan terlihat habis diserbu bahkan sebelum acara selesai. Berburu kuliner khas Indonesia nampaknya menjadi tujuan utama bagi sejumlah pengunjung yang datang ke acara tahunan ini, terutama pengunjung Indonesia yang rindu citarasa kampung halaman.

Festival Indonesia Nagoya
Timutiwa Choir

Pariwisata Indonesia Seharusnya Lebih Dikenal Dunia

Sehubungan dengan tema Jalan-Jalan ke Indonesia itu sendiri, Festival Indonesia tahun ini juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia. Tujuan utama dari acara ini adalah mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Jepang yang hadir.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Nagashima, bahwa beliau ingin sekali orang Jepang tahu bahwa Indonesia bukan hanya Bali, tetapi masih banyak lagi destinasi wisata dengan berbagai macam budaya yang tidak kalah menarik dari negara-negara seperti Kamboja, Vietnam, atau Thailand.

Ibu Nagashima sendiri mempunyai mimpi, yaitu ingin berkeliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang sudah beliau mulai sejak belasan tahun yang lalu. Tahun ini, beliau berencana untuk mengunjungi Halmahera. Beliau berharap agar mimpi terakhirnya mengunjungi Merauke dapat menjadi nyata suatu saat nanti.

Fazrian Sinaga selaku ketua panitia menuturkan bahwa Festival Indonesia ini telah menjadi agenda tahunan yang wajib diselenggarakan bagi PPI Nagoya. Sasaran utama dari acara ini sebenarnya adalah masyarakat Jepang, karena acara ini memang dimaksudkan untuk branding nama Indonesia.

Meski jumlah pengunjung berkewarganegaraan Jepang tidak sebanyak yang diharapkan, Fazrian mengaku bersyukur karena acara ini setidaknya dapat menjadi ajang silaturahmi yang baik bagi masyarakat Indonesia untuk sekedar berkumpul atau pengobat rindu. Ia berharap di tahun-tahun selanjutnya, acara yang sama dapat digelar dengan suasana yang lebih semarak dan lebih meriah tentunya.

Korespondensi:
Nayla Majeda Alfarafisa
Tim Reporter Radio PPI Jepang

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *